Bukan Spesialis Penalti, Alfharezzi Buffon Malah Jadi Penentu

Dalam dunia sepak bola, adu penalti sering kali menjadi ajang pembuktian bagi penjaga gawang spesialis. Namun, kisah mengejutkan datang dari laga final turnamen antar klub regional tadi malam, ketika kiper muda Alfharezzi Buffon menjadi pahlawan penentu meski bukan dikenal sebagai spesialis penalti.

Pertandingan berlangsung sengit selama 90 menit waktu normal dan 30 menit perpanjangan waktu, dengan skor tetap imbang. Saat pertandingan memasuki babak adu penalti, banyak pihak meragukan kemampuan Buffon muda karena rekam jejaknya tidak menonjol dalam menghadapi penalti.

Namun, Alfharezzi Buffon justru tampil luar biasa. Ia berhasil menepis dua dari lima tendangan lawan dan bahkan mencetak gol penalti penentu ketika dirinya maju sebagai eksekutor kelima timnya. Keputusan pelatih untuk menempatkan Buffon di urutan terakhir sempat dipertanyakan, tetapi terbukti menjadi langkah jitu.

Dalam wawancara pasca pertandingan, Buffon mengaku tidak memiliki persiapan khusus. “Saya hanya mengikuti insting dan mencoba tetap tenang. Mungkin malam ini memang rezeki saya,” ujarnya dengan senyum lebar.

Penampilan heroik Alfharezzi Buffon langsung menuai pujian dari rekan setim dan pelatih. Ia dinobatkan sebagai Man of the Match dan disebut-sebut sebagai calon kiper masa depan tim nasional jika mampu menjaga konsistensinya.

Kisah Buffon malam itu menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, kadang bukan soal gelar atau reputasi, melainkan soal keberanian dan momen yang tepat.

Baca Juga: Sudah Hampir Selesai, Kenapa Juventus Putuskan Tunda Transfer Jadon Sancho?